Relationship Between Pre-Pregnancy Body Mass Index (BMI), Number of Pregnancies, and Number of Nutrition Education Participation with Circumference Upper Arm (LILA) of Pregnant Women

Main Article Content

  Asep Afandi Aldisurya
  Mayesti Akhriani
  Desti Ambar Wati
  Afiska Prima Dewi

Abstract

Pregnant women's nutritional condition is determined by their Mid-Upper Arm Circumference (MUAC), which measures the body's state of balance. Factors influencing pregnant women's nutritional status include a history of body mass index before pregnancy, the number of pregnancies, and the number of participations in nutrition education. This study sought to discover the link between the history of body mass index before pregnancy, the number of pregnancies, and the number of participations in nutrition education with Mid- Upper Arm Circumference (MUAC) of pregnant women in the Working Area of the Tanjung Bintang Inpatient Public Health Center in 2022. The type of research is observational, analytic design, and cross-sectional, conducted from November to December 2022. The population in the study was 286, and the total sample was 80 respondents using the basic method of random sampling. The instrument used is a questionnaire. The data analysis used is the Spearman Correlation test. The results showed that the average Mid- Upper Arm Circumference (MUAC)of pregnant women was 25.54 with a standard deviation of 3.01, the average respondent's history of BMI was 22.272 kg/m2, the average number of respondents' pregnancies was 2.31 times, the average participation in nutrition education respondents as much as 2.93 times. The data analysis results showed a relationship between body mass index (p=0.0001) and the number of pregnancies (p=0.004) with the Mid- Upper Arm Circumference (MUAC)of pregnant women. There was no correlation between the number of participants in nutrition education (p=0.698) and the Mid- Upper Arm Circumference (MUAC)of pregnant women. It is hoped that the results of this study can add to knowledge about the relationship between the history of body mass index before pregnancy, the number of pregnancies, and the number of participants in nutrition education with MUAC for pregnant women.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Aldisurya, A. A., Akhriani, M., Wati , D. A., & Dewi, A. P. (2023). Relationship Between Pre-Pregnancy Body Mass Index (BMI), Number of Pregnancies, and Number of Nutrition Education Participation with Circumference Upper Arm (LILA) of Pregnant Women. Indonesian Journal of Health Research and Development, 1(2), 32–38. https://doi.org/10.58723/ijhrd.v1i2.99
Section
Research Articles

References

Alza, Y. (2018). Hubungan Asupan Energi Dan Paritas Terhadap Resiko Kek (Kekurangan Energi Kronis) Pada Ibu Hamil Di Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Jurnal Proteksi Kesehatan, 4(1), 59–68. https://doi.org/10.36929/jpk.v4i1.32

Dedi Alamsyah. (2013). Pemberdayaan Gizi Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Ekayanthi, N. W. D., & Suryani, P. (2019). Edukasi Gizi pada Ibu Hamil Mencegah Stunting pada Kelas Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan, 10(3), 312–319. https://doi.org/10.26630/jk.v10i3.1389

Elfiyah, S., Nurhaeni, A., & Nurlaili, L. (2021). Hubungan Pengetahuan Asupan Gizi Dengan Kejadian Kurang Energi Kronis Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Kalijaga Kota Cirebon. Jurnal Kesehatan Mahardika, 8(1), 1–6. Google Scholar

Faozi, B. F. (2022). Hubungan Paritas Dengan Kejadian Kurang Energi Kronis. Jurnal Ilmu Keperawatan Sebelas April, 4(1), 18–23. Google Scholar

HANDAYANI, D. (2014). Faktor-Faktor Determinan Status Gizi Ibu Hamil. Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 7(1), 34–52. https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v7i1.200

Hidayati, F. (2011). Hubungan Antara Pola Konsumsi, Penyakit Infeksi Dan Pantang Makanan Terhadap Risiko Kurang Energi Kronis (Kek) Pad Ibu Hamil Di Puskesmas Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 [Skripsi Sarjana, UIN Syarif Hidayatullah]. Google Scholar

Kartikasari, B. W., Mifbakhuddin, & Mustika, D. N. (2012). Hubungan Pendidikan, paritas, dan Pekerjaan Ibu Dengan Status Gizi Ibu Hamil Trimester III. Jurnal Unimus, 1(1), 9–18. https://doi.org/10.26714/jk.1.1.2012.9-18

Kemenkes RI. (2019). Riskesdas 2018: Laporan Provinsi Lampung. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3875/1/LAPORAN RISKESDAS LAMPUNG 2018.pdf

Mayanda, V. (2017). Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) RSIA Mutia Sari Kecamatan Mandau. Menara Ilmu, 11(74), 230–238. https://doi.org/10.33559/mi.v11i74.93

Mufidah, R., Pangestuti, D. R., & Widajanti, L. (2016). Hubungan Tingkat Kecukupan Energi, Tingkat Aktivitas Fisik Dan Karakteristik Keluarga Dengan Risiko Kekurangan Energi Kronis Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Dawe, Kudus. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 4(4), 545–551. https://doi.org/10.14710/jkm.v4i4.14285

Muslimah, R. A. (2016). Lengan Atas Pada Ibu Hamil Trimester I Di Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta Tahun 2016 [Doctoral dissertation, Universitas’ Aisyiyah Yogyakarta]. Google Scholar

Najoan, J., & Manampiring, A. (2011). Hubungan tingkat kurang sosial ekonomi dengan kurang energi konik pada ibu hamil di Kelurahan Kombos Barat Kecamatan Singkil Kota Manado. Laporan Penelitian IPTEK dan SENI (Lembaga Penelitian), Universitas Sam Ratulangi, Manado-Indonesia. Google Scholar

Ningrum, E. W., & Cahyaningrum, E. D. (2018). Status gizi pra hamil berpengaruh terhadap berat dan panjang badan bayi lahir. Medisains, 16(2), 89–94. https://doi.org/10.30595/medisains.v16i2.3007

Novita, Elfira Sri Futriani, & Lia Idealistiana. (2021). Hubungan Paritas dengan Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil di Puskesmas Danau Indah. Jurnal Antara Kebidanan, 4(2), 48–52. https://doi.org/10.37063/ak.v4i2.588

Olsa, E. D., Sulastri, D., & Anas, E. (2018). Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamanatan Nanggalo. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 523–529. https://doi.org/10.25077/jka.v6i3.733

Petrika, Y., Hadi, H., & Nurdiati, D. S. (2016). Tingkat asupan energi dan ketersediaan pangan berhubungan dengan risiko kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 2(3), 140–149. https://doi.org/10.21927/ijnd.2014.2(3).140-149

Rahayu, D. T., & Sagita, Y. D. (2019). Pola Makan Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (Kek) Pada Ibu Hamil Trimester Ii. Holistik Jurnal Kesehatan, 13(1), 7–18. https://doi.org/10.33024/hjk.v13i1.847

Renjani, R. S., & Misra, M. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 3(2), 254–270. https://doi.org/10.33143/jhtm.v3i2.416

Sibagariang, E. E. (2010). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Trans Info Media.

Simbolon, D., Jumiyati, & Rahmadi, A. (2018). Modul Edukasi Gizi Pencegahan dan Penanggulangan Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia Pada Ibu Hamil. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Suhardi, D. A., & Fadila, I. (2016). Penerapan Regresi Logistik Biner Untuk Mengukur Resiko Anemia Dengan Status Gizi Ibu Hamil. Jurnal Matematika, Saint, Dan Teknologi, 17(1), 50–59. Google Scholar

Sumini, S. (2018). Hubungan Paritas dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil Di BPM Ny. “A” Desa Gombang Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Jurnal Delima Harapan, 5(1), 1–11. https://doi.org/10.31935/delima.v5i1.3

Teguh, N. A., Hapsari, A., Dewi, P. R. A., & Aryani, P. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas I Pekutatan, Jembrana, Bali. Intisari Sains Medis, 10(3), 506–510. https://doi.org/10.15562/ism.v10i3.432

Widyastuti, S. D., & Sugiarto, H. (2021). Kaitan Pendidikan, Umur, Dan Gravida Dengan Kurang Energi Kronik (Kek) Pada Ibu Hamil Yang Bersalin Di Praktik Bidan Mandiri “Y” Kabupaten Indramayu. Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan, 5(3), 124–132. https://doi.org/10.33366/nn.v5i3.2351